Notice: Test mode is enabled. While in test mode no live donations are processed.

$ 0
Select Payment Method

Atletik Putri DIY Berjaya, Sumbang Medali Emas Cabor Jalan Cepat PON Papua

December 2022
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Causes

Medical Aid

GOAL : 1500 $

RAISED : 0 $

VIEW DETAILS

Ethical Support

GOAL : 3457 $

RAISED : 0 $

VIEW DETAILS
Indah Lupita Sari berhasil menyumbang medali emas untuk kontingen DIY di PON XX Papua Sumber : Tim tvOne - Lucas Didit

Kabar membanggakan kembali datang dari perhelatan PON XX 2021 Papua. Atlet putri yang berlaga pada Cabor Jalan cepat kelas 20.000 meter, Indah Lupita Sari berhasil menyumbang medali emas untuk kontingen DIY.

 

Medali emas yang disumbangkan oleh Indah Lupita Sari, melengkapi kebanggaan publik Gunungkidul, setelah sebelumnya, Bayu Prasetya meraih medali perak pada Cabor yang sama. Indah dan Bayu adalah atlet putra daerah Gunungkidul yang tergabung di kontingen DIY.

 

Indah Lupita Sari, perempuan 25 tahun ini adalah  warga Padukuhan Logandeng, Kalurahan Logandeng , Kapanewon Playen, Gunungkidul, Yogyakarta. Dia berlaga pada Cabor atletik Jalan cepat di kelas 20.000 meter.

 

Saat dihubungi media, Indah menceritakan perjuangannya yang telah berbuah manis. Indah mengaku, lawan lawan yang harus dihadapi di lintasan Jalan cepat adalah kompetitor kompetitor yang tangguh.

 

“Perjuangan yang exstra,  rata-rata mereka memiliki performa bagus,” terang Indah, Senin (11/10/2021).

 

Di lintasan panjang ini, Indah menyentuh garis finish dalam waktu 1 jam 54 menit. Keringat dan perjuangan atlet yang sempat vakum dari arena perlombaan selama tiga tahun ini akhirnya behasil menyumbang medali emas untuk kontingen DIY.

 

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur kepada Tuhan bisa mempersembahkan yang terbaik untuk tim DIY, orang tua, keluarga, dan pelatih saya, dan untuk nama harum daerah Gunungkidul,” kata Indah.

 

Menurutnya, keikutsertaannya dalam arena PON ini, adalah yang pertama kalinya, untuk itu ia mengaku persiapan yang dilakukan juga semaksimal mungkin, walau memangnbanyak kendala yang harus ia hadapi di masa Pandemi.

 

“Saya sempat vakum dari arena lintasan hampir tiga tahun, PON Papua ini adalah yang pertama bagi saya, dan saya bisa langsung menyabet medali emas, ini sangat membahagiakan,” lanjutnya.

 

Bagi Indah, dunia atletik memang bukan hal yang baru, dia mulai menunjukan bakatnya sejak Sekolah Dasar. Di awal kariernya dulu dia adalah atlet  nomor lari jarak menengah dan jauh.

 

“Saya mulai dari perlombaan Pra PON 2019 di Jawa Timur Open pada Maret 2019 dan berhasil mendapat posisi kedua. Kemudian Pra PON di Kejurnas Cibinong Agustus 2019 mendapatkan Posisi pertama,” lanjutnya.

 

Atlet 25 tahun lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mengaku bahwa dia pertama kali dilatih Tupar, pelatih atletik legendaris dari Gunungkidul.

 

“Saat kelas 2 SMP, oleh pelatih saya mulai di spesialisakan di nomor jalan cepat,” paparnya.

 

Mulai saat itu, berbagai kompetisi telah dia ikuti, mulai dari  kejurnas remaja, Yunior, bahkan Senior. Banyak sudah thropy dan medali yang dia koleksi.

 

“Terima kasih untuk do’a seluruh masyarakat Gunungkidul, saya bisa mempersembahkan yang terbaik,” pungkasnya dengan gembira. (Lucas Didit/Buz)

Sumber : TVONE NEWS

Tags :