Notice: Test mode is enabled. While in test mode no live donations are processed.

$ 0
Select Payment Method

Setelah 2 Tahun Absen, PB PASI Gelar Kejurnas Atletik pada 4 - 7 Agustus 2022

December 2022
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Causes

Medical Aid

GOAL : 1500 $

RAISED : 0 $

VIEW DETAILS

Ethical Support

GOAL : 3457 $

RAISED : 0 $

VIEW DETAILS
Ilustrasi lomba lari cabang atletik. (Antara)

Pengurus Besar Persatuan Atletik Indonesia (PB PASI) bakal menggelar Kejuaraan Nasional di Jakarta pada 4-7 Agustus 2022. Kejurnas sekaligus jadi persiapan ke Asian Games Hangzhou, Cina, yang dijadwalkan bergulir pada 10-25 September.

 

Berdasarkan kalender PB PASI 2022, Sabtu, agenda nasional lainnya yang akan berlangsung pada tahun ini adalah Kejurnas Atletik U18 dan U20 di Jakarta pada 24-29 Mei.

Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung mengatakan Kejurnas tahun ini akan menjadi yang pertama setelah hampir dua tahun tak terselenggara karena pandemi COVID-19.

 

“Selama hampir dua tahun ini tanpa Kejurnas dan kejuaraan lainnya. Kami sesuai arahan Ketua Umum PB PASI Pak Luhut Binsar Pandjaitan mencanangkan 2022 harus ada Kejurnas. Walaupun masih pandemi kami menyiasati dengan prokotol kesehatan,” kata Tigor kepada Antara, Sabtu.

 

Menurut Tigor, Kejurnas ini penting untuk memberikan kesempatan kepada atlet di berbagai daerah mengukur kemampuan mereka, di samping PB PASI juga mencari bibit-bibit potensial.

 

Dalam dua tahun terakhir, lanjut Tigor, ajang nasional yang bergulir hanya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada 2-15 Oktober 2021. “Semoga tak ada kendala berarti dan semua kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

 

Meski tahun lalu penuh tantangan, Tigor mengaku bangga dan mengapresiasi para pengurus daerah yang telah berjuang melewati masa-masa sulit dengan bisa tetap berprestasi pada PON Papua.

 

Sedikitnya 15 pemecahan rekor terjadi dalam pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut pada cabang olahraga atletik. Satu di antaranya adalah pemecahan rekor nasional (rekornas) yang telah bertahan selama 37 tahun.

 

Dia adalah Sri Mayasari atlet Sumatra Selatan yang mencatatkan waktu 53,22 detik pada nomor lari 400meter menggeser rekor milik Emma Tahapary yang tercipta pada 1984 pada nomor yang sama dengan membukukan 54,20 detik.

 

Selain itu, semasa pandemi COVID-19 yang terjadi pada tahun lalu, lanjut Tigor, sedikitnya 11 provinsi menggelar kejuaraan daerah.

 

“Begitu hebatnya pukulan dari pandemi COVID-19, teman-teman di daerah tetap konsisten dalam berlatih tanpa kompetisi. Bahkan, ada 11 provinsi menyelenggarakan kejuaraan daerah dan ini harus diapresiasi karena dari sini muncul bibit-bibit potensial,” kata Tigor.

 

“Hal ini juga membuktikan atletik bisa masuk ke zona fleksibilitas, kemudian resiliensi, dan juga keberanian. Ini terlihat di dalam PON Papua,” Tigor menambahkan.

 

Dia juga berharap tahun 2022, daerah-daerah dapat terus konsisten dalam melakukan pembinaan. “Faktor tadi fleksibilitas, resiliensi, dan keberanian yang telah ditunjukkan selama satu tahun terakhir bisa diteruskan. Tahun 2022, semoga 34 provinsi dapat menyelenggarakan Kejurda karena sangat berkontribusi untuk pembinaan,” kata Tigor.

 

Sumber : Sport.tempo